Selasa, 06 Agustus 2019

Membuat Paspor Baru di Imigrasi Jakarta Selatan


Kemarin, saya akhirnya buat paspor juga. Beberapa waktu yang lalu pernah mengajukan di Kanim Jaktim untuk pertama kalinya, namun gagal karena persyaratan yang menurut saya terlalu dibuat-buat (setidaknya menurut saya).

Dan pembuatan kali ini, alhamdulillah dimudahkan. Semoga saja ini semacam pertanda dari Alloh, ya 😊

Saya cukup terkejut, begitu tahu aplikasi pendaftaran online keimigrasian, ternyata sudah ganti.

Kalau yang sebelumnya berwarna hijau di bagian depan, kini aplikasi yang masih terbilang baru dan tentu, belum sempurna ini, didominasi warna merah. Terang dan menyala.

Awalnya, saya ragu apakah aplikasi ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya karena melihat dari reviewnya, terdengar tidak begitu menyenangkan. Ada masalah disana sini.

Namun, saya tetap mengunduh dan mencoba melakukan pendaftaran akun baru. Dan hasilnya? Saya kesulitan mengambil slot kuota yang tersisa di Kanim Jaksel (Kanim yang lain penuh) meskipun masih ada 3/4 kuota yang tersisa.

Sampai akhirnya tinggal 1, saya dimudahkan Alloh mendapat kuota yang tersisa di tanggal 30. Saya mencobanya sampai malam, dan masih tidak berhasil. Sampai akhirnya berhasil juga paginya.

Jika pendaftaran akun kita sudah berhasil, kita bisa lanjut login untuk melakukan pendaftaran untuk kemudian mendapatkan nomor antrian.

Nomor antrian ini yang nantinya kita tunjukkan ke petugas di meja depan (bagian pendaftaran) di lantai 2 untuk mendapatkan nomor antrian pembuatan paspor.

Karena saya buat baru, saya harus menunjukkan semua persyaratan pembuatan paspor baru. Kopian dengan aslinya. Syaratnya saya kira sudah cukup banyak bertebaran di luar sana (silakan cek sendiri, ya).

Yang pasti, kopian dokumen persyaratan jangan ada yang dipotong. Dibiarkan seperti ukuran kertas aslinya (A4/F4).

Kalau fotokopi di Kanimnya, mereka sudah mengerti. Namun, kita harus informasikan hal ini kepada petugas fotokopi kalau kita fotokopi di luar biar tidak bolak balik fotokopi karena salah (dipotong).

Bila sudah selesai di bagian pendaftaran, kita tinggal menunggu dipanggil nomor antrian kita. Saat itu saya dapat jadwal siang jam 13.00-15.00, dan dapat antrian awal karena datangnya kepagian. Haha.

Tapi, lumayan lama menunggu karena yang dipanggil kan bukan hanya yang ingin buat paspor baru, tapi juga penggantian, dan pengambilan paspor.

Kesemuanya dilakukan di lantai 2 untuk paspor WNI. Saya kira, boothnya itu akan ganti-ganti, ternyata tidak dong. Alhamdulillah.

Setelah nomor saya dipanggil, saya langsung menuju counter 6 dan antri kembali karena pendaftar sebelumnya belum selesai (masih mengecek apa gitu).

Tidak berapa lama, giliran saya. Saya serahkan nomor antrian dengan dokumen kopinya dan mbaknya minta saya mengeluarkan dokumen aslinya.

Waktu itu saya memilih menyerahkan akta kelahiran daripada ijazah. Setelah dokumen diverifikasi dan lengkap, sambil melakukan pengecekan mbaknya ngajak saya ngobrol.

Mungkin ini yang dinamakan tahap wawancara, ya. Saya menjawabnya dengan santai semua pertanyaan si mbak sambil sesekali berseloroh untuk mencairkan suasana.

Semua proses pembuatan dilakukan di counter tersebut, sampai pengambilan sidik jari dan foto. Dan saya merapikan diri dengan gugup karena mbaknya dadakan mengeluarkan dslr tanpa aba-aba. Haha.

Jadilah saya wes blas ndak touch up karena mbaknya keliatan pengin cepat selesai -_- yo wislah. Dandan toh nggak wajib toh, kecuali buat suami kita #eaaaaa

Yang agak makan waktu lama itu pas pengambilan sidik jari. Saya di kantor saja bisa menghabiskan waktu sampai 15 menit, cuma buat absen (finger print). Kejadian yang sama pun terjadi.

Biasanya sih, 2 jari saja sudah cukup. Saya sampai diambil seluruh jari karena sidiknya susah terbaca 😂

Mbaknya sampai mengeluarkan lotion biar tangan saya tidak kering-kering amat. Dan alhamdulillah, pakai lotion memang salah satu cara ampuh yang saya pakai tiap absen.

Prosesnya sendiri memakan waktu tidak lebih dari satu jam, di luat dari antrian yang kita dapat, ya. Jadi, kalau mau cepat, ya usahakan daftar duluan agar dapat nomor kecil (awal).

Tips daftar online ada tidak? Saya belum mencoba di hari mereka buka antrian baru (Jum'at siang sampai Minggu sore).

Tapi, kamu bisa cek terus, siapa tahu ada kuota sisa karena bisa saja ada yang membatalkan datang di tanggal yang kamu pilih (seperti yang saya alami).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar