Senin, 19 Juni 2017

Pemanfaatan Bioteknologi Modern Tingkatkan Hasil Pertanian

Mendatangi sebuah acara dan disambut dengan senyum hangat nan tulus serta ucapan terima kasih, kapan terakhir kali kamu mendapatkannya? Semakin kesini, saya harus akui semakin jarang menemukan kehangatan yang mungkin bisa kita tangkap sebagai sebuah adegan basa basi atau kewajaran yang coba dinatural-naturalkan.

Siapa saja bisa dan tentu boleh memiliki pemikiran semacam itu. Tapi, apa yang saya temui di Hotel Aston Jum'at lalu (16/6) bukanlah sebuah rekayasa. Tentu saja, membicarakan persoalan seputar bioteknologi, ketahanan pangan dan lain sebagainya tidak membutuhkan sebuah basa basi, karena Croplife selaku penyelenggara acara memiliki komitmen untuk mendukung dan mengadvokasi penggunaan produk-produk yang aman dan bertanggung jawab untuk memberi pangan yang aman, ber­variasi, sehat dan terjangkau bagi konsumen.

Ini menjadi penting, karena faktanya, menurut survey yang dilakukan Croplife Indonesia lebih dari 90% petani menggunakan pestisida. Sementara pemahaman yang betul dan menyeluruh dibutuhkan petani agar penggunaan pestisida dapat menjadi efektif.

Pastinya para petani memiliki kendala di lapangan ya, sama seperti kita di pekerjaan yang kita semua tekuni -- Croplife menangkap kebutuhan para petani dengan membuat program Stewardship, sebuah program edukasi dan bimbingan untuk meminimalkan resiko penggunaan pestisida yang diberikan kepada para petani. Ini keren menurut saya karena ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab Croplife dalam rangkaian proses pengelolaan produk perlindungan tanaman yang dimulai dari riset, aplikasi dan pemusnahan. Stewardship adalah suatu inisiatif dari produsen produk perlindungan tanaman yang terkait erat dengan tanggung jawab dan etika perusahaan yang sudah dilakukan sejak 2001.

Sebagai sebuah asosiasi pertanian nirlaba (non profit), Croplife memiliki misi membantu petani memproduksi cukup pangan bagi penduduk melalui inovasi teknologi. Midzon Johannis, Ketua Umum CropLife Indonesia, mengatakan "Croplife Indonesia telah menjalankan sejumlah inisiatif di bawah program pengawasan pelayan sebagai pendekatan untuk melatih dan mendidik petani-petani lokal sebagai cara untuk mengoptimisasi produksi dan memperbaiki pemahaman petani atas pengunaan efek kimia perlindungan tanaman, termasuk pestisida."

Croplife juga memberikan edukasi mengenai anti pemalsuan bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka memerangi dan memberantas produk palsu. Selain itu, Croplife juga memiliki kampanye PPE (Protective Pesticide Equipment/APD) yang merupakan sebuah upaya perlindungan diri dengan standar peralatan atau dengan menggunakan bahan yang paling sederhana yang dapat ditemukan di rumah.

Apa yang dilakukan Croplife adalah membantu petani meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam pengelolaan resistensi pestisida, karena ini baru bisa terwujud apabila para petani mengetahui cara kerja dan pengunaannya secara efektif sehingga mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengendalian resistensi.

Yang paling terkini, Croplife melakukan kampanye terhadap pemanfaatan bioteknologi untuk meningkatkan hasil pertanian yang dilakukan secara modern, pemuliaan tanaman dengan menciptakan tanaman transgenik (tanaman yang gennya telah dimodifikasi), kultur jaringan, biopestisida dan lainnya.

Bioteknologi ini, secara singkatnya merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan organisme hidup baik untuk memperbaiki organisme atau produksi dari organisme itu sendiri. Ini diungkapkan oleh Prof. Dr. M Herman M.Sc, Peneliti Purna Bakti Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Pertanian. "Bioteknologi ini bisa berupa bioteknologi tanaman, hewan atau lainnya dan bisa dilakukan secara tradisional, seperti pembuatan tempe yang memanfaatkan organisme hidup sampai bioteknologi modern, yang disebut sebagai rekayasa genetik (RG).

Kalau selama ini kita kurang melek terhadap persoalan ini, mungkin kita perlu mengetahui fakta bahwa dalam 20 tahun terakhir banyak lahan produktif pertanian yang hilang. Lahan-lahan ini beralih fungsi baik yang disebabkan oleh alam seperti polusi, pemanasan global, erosi, kebakaran hutan dan lainnya.

Di sinilah diperlukan teknologi dan inovasi sebagai bagian dari sektor pertanian untuk memaksimalkan lahan yang ada, misal dengan pemakaian varietas unggul dan efisiensi pupuk untuk meningkatkan hasil produksi, penggunaan pestisida untuk perlindungan tanaman dan pemakaian air secara efisien.










Sabtu, 17 Juni 2017

Masalah Pencernaan pada Anak, karena Alergikah?

Setelah sekian lama, saya tidak percaya kalau saya bisa kembali mengikuti acara yang biasa diadakan berbagai komunitas atau sebuah gerakan yang dimotori orang-orang yang menginspirasi. Mengikuti acara ini mungkin, setidaknya bisa membuat saya kembali menulis dan menyentuh keyboard hitam yang sudah cukup lama saya cuekin. Entah untuk berapa lama, yang pasti si hitam sudah berdebu meski masih menarik untuk sekadar dilirik. Alasan lain, tema acaranya termasuk tema yang sudah cukup lama saya cari-cari.

Jadi, saya bersyukur karena seorang teman begitu berbaik hati menawari saya untuk ikut acara ini dikarenakan Bunda Icha juga membuka spot tambahan untuk 5 blogger perempuan. Alhamdulillah. Karena ini bulan ramadan, waktu acara secara otomatis bergeser ke sore hingga malam hari. Saya sempat ditimpa kegalauan waktu memutuskan naik apa ke lokasi acara, Tanamera Coffee yang terletak di bilangan Kebayoran, Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Daerah Blok M sebetulnya bukan daerah yang asing karena saya cukup sering kesini dulu bersama teman-teman kantor. Sekarang sih sudah jarang, dan kelihatannya daerah ini sedikit banyak mengalami perubahan. Jalan yang sempit, berlubang, berbatu akhirnya saya lalui bersama si merah yang selama ini setia menemani. Berhubung dari kantor sudah lebih dari jam 2, kalau naik angkot sudah pasti tidak akan terkejar, pun kereta. Karena tadinya saya berencana naik kereta dulu untuk kemudian sambung dengan ojek online (kendaraan sejuta (ibu2) umat).

Yah, akhirnya ada juga alasan saya naik motor dan kembali mengakrabi jalanan kota Jakarta yang semakin berkurang keramahannya belakangan ini. Setelah berhenti sana tanya sini, alhamdulillah saya sampai juga di lokasi acara. Waktu itu sudah lepas adzan ashar. Tanpa buang waktu, saya langsung menuju lantai tiga dulu untuk menunaikan kewajiban sebelum turun kembali ke lantai 2, bergabung bersama mom serta dad blogger yang sore itu begitu riuh karena beberapa diantaranya mengajak serta anak-anak mereka. Serasa berada di reuni sekolah kalau begini. Suara MC membuka acara terdengar sayup-sayup di udara waktu saya masih di lantai 3.

Saat saya turun, MC sudah mulai mengenalkan seorang narasumber yang akan sharing di sesi pertama, seorang perempuan cantik, ayu yang saya yakin setiap harinya sudah biasa bergelut dengan masalah seputar topik acara kali ini, "Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan dengan Alergi". Dokter Ariani Dewi Widodo, Sp.A langsung memulai sesi sharing dengan memaparkan bahwa hampir 70% masalah pencernaan terjadi pada bayi. Yang biasa banget kita dengar kalau ini terjadi karena alergi. Padahal belum tentu, kata dokter yang murah senyum ini.

Masalah pencernaan ini, lanjut Dokter Ariani terjadi karena memang pada saat bayi lahir, fungsi enzimnya belum sempurna. Hal ini mengakibatkan pada bayi berusia muda tidak mampu mencerna protein secara utuh. Biasanya bayi suka rewel kan ya, dan kadang kita suka bingung apa yang terjadi dan apa yang harus kita lakukan waktu si bayi menunjukkan gejala-gejala seperti gumoh, kentut yang berbau asam, dan lainnya.
 
Nah, yang bisa kita lakukan waktu bayi rewel cukup banyak sebenarnya. Para mom biasanya sudah gape dan paham  soal ini. Kita bisa misalnya, memandikan bayi kita dengan air hangat, melakukan pemijatan sampai menggerakkan kaki debay seperti naik sepeda bila perut debay kembung biar gasnya keluar. Perut kembung ini pastinya membuat bayi kita merasa sangat tidak nyaman ya, moms.

Yang penting, kita harus bijak moms sebelum menentukan alergi bila anak kita memiliki masalah pada pencernaannya. Saya jadi ingat kalau keponakan saya tidak bisa minum susu cokelat (terlebih bubuk) karena biasanya setelah mengosumsi itu ponakan saya akan buang air dengan kadar air yang cukup banyak. Tapi jarang bermasalah ketika mengosumsi cokelat batangan.

Masalah seputar alergi susu ini dibahas lho oleh M.Nuh dari Mead Johnson yang mengajak mom dan dad blogger untuk masuk ke http://www.enfaclub.com/tesalergi-sususapi/ menjajal langsung tes alergi susu sapi dengan berbagai ciri-cirinya. Di sini kita bisa mengetahui apa saja masalah pencernaan yang ada melalui gejala yang timbul seperti gumoh, diare atau perut kembung karena tidak semua masalah pencernaan berkaitan dengan alergi.


Untuk mendapatkan hasil analisa, kita harus mengisi dulu ya moms semua pertanyaan yang diajukan di tes tersebut, mulai dari seberapa sering anak kita menangis, tipe feses sampai gejala pada saluran pernapasan. Soal pencernaan ini bisa dibilang gampang-gampang susah ya, moms. Tapi jangan sampai bikin kita jadi panik juga karena kita bisa mengatasinya dengan melakukan pencegahan, pencegahan, dan pencegahan, kata Dokter Ariani lagi sambil tertawa.

Sementara M.Nuh menekankan pada pemberian nutrisi yang baik pada anak kita, terlebih bila usia si anak masih di bawah tiga tahun. Nah, nutrisi yang baik ini seperti apa sih? nutrisi yang baik itu baiknya berasal dari protein yang mudah dicerna oleh anak. Yang perlu kita perhatikan apakah kandungan bahannya itu ramah untuk pencernaan anak kita.

Yah, membahas soal seputar ini memang penting ya dan tidak akan ada habisnya. Walaupun pak M.Nuh tidak bisa membahas lebih lama lagi karena keterbatasan waktu, tapi setelah sesi pak M.Nuh, mom dan dad blogger masih disuguhkan satu narasumber lagi yang tidak kalah keren dari yang sebelumnya. Kali ini berhubungan langsung sama dunia yang mom dan dad blogger tekuni nih, Parjono Sudiono dari Zenit Optimedia yang kali ini mengulik abis seputar per-SEO-an.

Ngobrolin soal dunia blogging memang tidak pernah ada matinya. Suasana semakin hangat karena pas di sesi ketiga ini, mom dan dad blogger langsung mencurahkan bukan hanya rasa penasaran mereka yang mungkin selama ini hanya dibiarkan terpendam begitu saja, tapi juga melempar pertanyaan yang bisa jadi juga lagi dicari-cari jawabnya oleh mom dan dad blogger yang lain.                                         

Tapi, sebelum itu, mas Parjono membuka dengan blogger goals alias tujuan blogger menulis itu apa saja sih. Ada banyak ya, dan semakin bervariasi karena soal ini sebetulnya tidak ada yang membatasi. Kalau menentukan iya, dan ini pun ada yang baru bisa terbentuk setelah blognya eksis beberapa lama.

Mas Parjono juga membicarakan soal tantangan yang dihadapi blogger, mulai dari website yang tidak terindeks mesin pencari, trafik yang rendah, tidak adanya kata kunci (keyword) yang diprioritaskan sampai blog yang tidak teroptimisasi dengan baik.

Mengenai mengapa search menjadi penting, diungkap mas Parjono karena mesin pencari sudah menjadi kebutuhan utama para netizen untuk mencari informasi di internet. 90% internet user di Indonesia mengakses google search.

Begitupun halnya dengan konten yang perlu kita optimasi entah itu dengan  menggunakan bold, italic atau underline. Menggunakan multimedia, foto, video, infografis yang mampu memberikan interaksi lebih baik bagi pembaca sampai menggunakan internal dan external link dari website-website besar.

Sesi mas Parjono dipotong dengan buka puasa dan salat maghrib dan kembali dilanjutkan disela-sela blogger yang masih menikmati hidangan buka puasa yang menggugah selera yang dihidangkan secara prasmanan oleh Tanamera Coffee. Mbak Nury pun bahkan turun gunung dong, meletakkan gelas-gelas yang diisi teh manis yang buliran airnya bikin glek di meja mom dan dad blogger yang tampak sibuk berbuka sekaligus mengurus buah hatinya. 

Last but not least, berikut 8 SEO tips yang diberikan mas Parjono yang bisa banget langsung kita praktikkan:
  1. Lakukan indeksisasi sekarang
  2. Buat peta situs dengan sederhana
  3. Mengerti pembaca kita dan fokuskan kata kunci yang relevan dan memiliki volume pencarian yang tinggi
  4. Selalu update konten secara konsisten
  5. Buat artikel yang shareable, menarik, bermanfaat dan original
  6. Tingkatkan interaksi pembaca dengan speed yang cepat, mudah diakses oleh handphone
  7. Hindari animasi-animasi yang memberatkan website
  8. Selalu monitor bounce rate dan peringkat blog pada mesin pencari













 




















 


Rabu, 05 April 2017

Agar saling mencintai


Saya dan keluarga bukan termasuk tipe yang gemar merayakan sesuatu, misal ulang tahun dan lain sebagainya. Dan saya juga jarang memberikan ucapan selamat ulang tahun sekali pun kepada orang terdekat atau teman melalui sosial media dsb, dan mungkin oleh karenanya saya jadi jarang mendapat ucapan yang serupa.

Itu tidak terlalu penting bagi saya. Hari ulang tahun dimana kita biasa bersuka ria menurut saya mestinya bisa disikapi dengan sebuah perenungan, muhasabah, pertanyaan kepada diri sendiri sudah sejauh mana kita berbuat baik kepada sesama (bermanfaat). Seberapa jauh kita berusaha menjadi hamba yang sangat memerlukan pertolongan Sang Pencipta.

Dan momen kedatangan DZN di Indonesia di bulan April ini seakan menjadi hadiah terbesar sepanjang hidup saya karena selama ini saya sungguh berharap beliau dapat hadir dan menyirami kalbu rakyat Indonesia (terkhusus warga Jkt) yang sepanjang tahun mungkin dipenuhi kegelisahan, keragu-raguan akan dipimpin oleh pemimpin yang gemar menebar isu tidak penting, yang perilaku dan kata-katanya sungguh tidak patut ditiru.

Sangat disayangkan kata-kata kotor keluar dari seorang pemimpin yang dielu-elukan sebagian pihak yang mengkotak-kotakkan diri. Yah, tapi saat ini saya tidak ingin membicarakan hal itu. Mari berbagi cerita bahagia saja (biarlah yang sedih cukup disimpan di dalam hati) karena kemarin, saya mendapatkan kejutan yang cukup mengejutkan dan tidak pernah saya sangka sama sekali.

Siapa yang menyangka akan mendapat hadiah satu hari setelah hari ulang tahun? siapa yang menyangka akan mendapat hadiah dari anak-anak yang baru beberapa lama mengunjungi perpustakaan tempat saya bekerja? tidak. Saya tidak bekerja di perpustakaan, mungkin saja kamu bertanya-tanya. Tapi saat ini saya memang sedang mendapat giliran menjadi PIC perpustakaan sementara yang lain mengurus bagian yang lain.

Dan, yah. Kenapa satu hari setelahnya karena memang hari H-nya saya sedang libur. Dan kemarin, saat memasuki gerbang, saya merasa terharu karena anak-anak itu langsung menyambut saya dengan wajah begitu berbahagianya. Seketika saya merasakan aura kebahagiaan sekali pun tak lama setelahnya anak-anak kembali bermain di arena permainan. Mereka memang sedang bermain di sana sebelum saya datang.

Dan momen ketika mereka dengan tersipu malu memberikan hadiah (satu dibungkus satu tidak) sungguh membuat saya ingin meneteskan air mata. Oh, saya sungguh tidak pernah mengharapkan mereka dapat berbuat sejauh ini. Kedatangan mereka setiap hari saja sudah cukup mewarnai hari saya menjadi pelangi. So colorful. Sekarang, mereka ingin memberikan yang lebih? oh, ini benar-benar di luar dari dugaan.

Saya tahu mungkin saya terdengar sedikit berlebihan, atau bahkan memang berlebihan (tidak pakai sedikit) tapi kamu tidak tahu kan apa yang telah saya lalui bersama anak-anak itu? kamu memang tidak harus tahu, tapi setidaknya bisa coba memahami bahwa kebersamaan yang intens dapat menumbuhkan rasa kasih yang tulus dan tanpa tedeng aling-aling.

Memang benar, ya kalau saling memberi hadiah, kita akan saling mencintai. Dan tidak harus menunggu ulang tahun.
"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. Bukhari)









Kamis, 09 Maret 2017

Kucing dalam karung

Saya semakin jarang menulis, sangat jarang atau bahkan tidak sama sekali - terlebih sejak kembali menjadi pekerja full time. Bisa dibilang ini menjadi sebuah alasan atau pembenaran bagi saya untuk tidak menulis karena saya kan bekerja dari pagi sampai siang atau, jika sedang masuk siang saya akan berada di luar rumah paling tidak hingga matahari benar-benar terbenam.

Saya tidak tahu mesti merasa lega atau sebaliknya; bersedih. Yang pasti saya merasa sangat tidak enak dan merasa bersalah karena saya menjadi terkesan mengabaikan sebuah kelas menulis yang dibimbing oleh guru paling sabar dan baik hati yang pernah saya kenal (sekalipun hanya melalui dunia maya). Sebetulnya ada banyak guru yang saya temui selama ini, hanya saja, selain mbak Nur, mbak Ida adalah guru yang begitu sabar dan mengerti karakter tulisan setiap murid yang dibimbingnya dalam kelas tidak berbayar.

Ya. Sekarang mungkin kamu bisa mengatakan penyebab mengapa saya menjadi terkesan meremehkan atau menggampangkan kelas ini karena toh kelas ini kan kelas gratis, jadi mungkin wajar saja kalau saya mengambil jalan itu. Tapi tidak. Kenyataannya, sekarang ini berapa banyak dari kita yang mengejar, rela mengantri atau mencari informasi apa-apa yang berlabel gratis - atau minimal berbau diskon.

Saya termasuk di dalam list pengejar itu, tidak tahu dengan kamu. Tapi, saya tidak segan untuk mengeluarkan uang jika saya merasa ada banyak manfaat yang bisa saya petik setelahnya. Saya yakin tidak ada yang mau membeli kucing dalam karung, kan?

Begitu saja, ya. Semoga kamu tidak menyesal setelah membaca tulisan ini.

Selasa, 31 Januari 2017

Gelar Paling Prestisius di Muka Bumi

(Foto : Yahoo.com)
Situasi di luar sedang panas, sayang. Sangat panas. Dan bergejolak. Ada berbagai macam berita yang dapat membuatmu penasaran dan pada akhirnya menuntunmu pada sebuah prasangka atau bahkan kesimpulan yang salah arah.

Saya ingin menepi dari semua itu. Keluar dari panggung keriuhan yang tak jarang menawarkan sejuta pesona yang menggoda. Kau tahu mengapa pesona selalu diikatkan dengan kata menggoda? adakah menggoda yang timbul tanpa sebuah pesona? Kau bisa menemukan jawabannya sendiri, kukira. Itu tidak sulit untuk dilakukan.

Hanya saja untuk menemukannya, kau harus merelakan sebagian hatimu pergi. Lepas dari dunia yang selama ini mengekang jiwa, dada anak manusia. Obsesi akan dunia terbukti tidak membawamu kemana-mana tapi kepada jurang kenestapaan yang tak berujung.

Kau tentu tahu cerita tentang orang-orang terdahulu, seperti Qarun atau Firáun yang adakah kekayaannya bisa disaingi bahkan oleh orang terkaya di dunia saat ini? Kurasa tidak akan pernah ada yang menggantikan kedudukan mereka berdua di dunia.

Jabatan dan nama mereka hanya sampai di sana. Dunia. Dan kini, mereka telah pergi meninggalkan dunia dengan meninggalkan kisah yang dicatat dalam kitab yang belakang kerap menjadi bahan olokan. Lupakanlah soal itu, sayang. Karena seperti buah, kita semua akan menuai apa yang telah kita tanam.

Sejauh apapun yang kaukejar di tempat bernama dunia, kita semua hanya akan membawa satu gelar begitu kembali pada Sang Maha.

Almarhum.

Sudah siapkah kita?

Senin, 30 Januari 2017

Jangan Sembarang Main Gadget di 13 Tempat Ini

 Saya tidak tahu seberapa penting menengok gadget dibanding menjaga keselamatan kita di jalan. Pemandangan orang-orang sibuk dengan gadget di jalan seakan sudah jadi sesuatu yang kita mahfumi dan oleh karenanya kita terkadang suka meremehkan akibat yang bisa timbul karenanya.

Saya sendiri kadang masih suka buka gadget kalau memang dirasa perlu di tempat-tempat terbuka, seperti misal ketika sedang jalan atau di dalam kendaraan umum. Inipun lihat-lihat situasi juga karena saya suka merasa horor sendiri kalau buka hp waktu lagi melewati jalan yang lumayan sepi atau bukan jalan yang terlalu umum sehingga jarang dilalui orang.

Ada baiknya kita tidak menjadikan ini sebagai sebuah kebiasaan karena dampak atau efek yang ditimbulkan tidak main-main. Kalau sekadar nabrak orang atau kejedot tiang mungkin masih bisa kita anggap biasa, tapi kalau lebih dari itu, bagaimana? Naudzubillahimindzalik. Semoga tidak menimpa kita ya, aamiin insyaAlloh.

Berikut, bisa dipertimbangkan untuk disimpan dulu gadgetnya atau ditunda penggunaannya (kecuali urgent) jika sedang berada di situasi/tempat-tempat di bawah ini:
  1. Di atas kendaraan baik pribadi maupun umum  
  2. Di tempat terbuka baik ramai apalagi sepi
  3. Di kamar mandi
  4. Sebelum dan sesudah bangun tidur
  5. Saat memasak
  6. Saat bersama keluarga/kolega/sahabat dll
  7. Saat meeting 
  8. Saat di pom bensin
  9. Saat makan
  10. Saat menulis (godaan maha berat yes)
  11. Di tempat kerja
  12. Di kajian ilmu
  13. Di eskalator
Mungkin ada yang ingin ditambahkan, mangga atuh bu ibu. Sekalian sharing siapa tahu ada yang ingin dibagi menyangkut persoalan ini yang mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua :)


Tikus Tidak Mau Dekat-dekat dengan Ini

(foto : by google)
Belakangan, ibu saya tiap pulang pasti bawa oleh-oleh buat tamu tak diundang di rumah; tikus. Saya tidak tahu kalau ada orang yang suka dan menjadikan tikus sebagai hewan peliharaan, yang pasti di rumah tikus yang biasanya suka bergerombol kalau menyerang suatu rumah seperti menabuh genderang perang dengan ibu dan nenek saya. Haha.

Serius. Jadi, sekarang ini tiap ibu pulang dari belanja atau dari mana saja pulang itu pasti bawa oleh-oleh buat tikus, racun tikus. Ada saja yang dibawanya. Terakhir, dua hari yang lalu beliau bawa racun tikus yang direkomendasikan temannya dan sudah beberapa hari ini kami pakai. Dan alhamdulillah berbuah manis alias manjur racunnya. Memang kenanya cuma dua hari sih, dan hari ketiga sampai sekarang alhamdulillah mereka semakin jarang kelihatan wara wiri, tidak seperti yang biasa.

Selain racun hasil rekomendasi, kami juga mengombinasikan dengan buah mengkudu (atau biasa disebut pace) dan kopi (khusus saya taruh di kamar) yang hasilnya juga lumayan. Tahu sendiri kan buah mengkudu punya aroma yang tidak sedap dihirup, dan mungkin saking menyengatnya aroma yang ditimbulkan buah yang berasal dari Asia Tenggara ini tikus jadi ogah dekat-dekat dan hasilnya mereka jadi malas mondar mandir di rumah kami.

Untuk kopi sendiri, bau yang keluar dari biji atau buah kopi ini tidak disukai tikus karena mengganggu pernapasan mereka. Tapi karena saya tidak punya biji atau buah kopi dan cukup sulit mendapatkannya (disamping mahal juga) jadi saya meletakkan bubuk kopi di dalam kamar yang saya simpan di dalam toples bekas selai. Kopi yang saya gunakan kopi hitam, ya. Bukan kopi susu atau yang lainnya. Kalau itu saya juga mau :D

Awalnya saya taruh begitu saja di kamar, tapi karena aromanya kurang keluar jadi saya sebar sedikit di tempat-tempat yang saya duga mereka jadikan basecamp. Kalau mereka sudah kumpul entah itu satu keluarga, rt atau rw ini ganggu banget. Alhamdulillah setelah saya sebar suara mereka berkurang dan perlahan menghilang di telan waktu.

Karena di rumah ada kucing peliharaan dan kucing saya bukan spesialis pemburu tikus, penggunaaan racun yang dicampur di makanan sebagai umpan baru diletakkan setelah kucing diamankan terlebih dahulu. Walau kucing di rumah kelihatannya tidak berminat dengan makanan yang sudah diberi racun itu takutnya kan suatu saat nanti dia khilaf atau tergoda dengan bentuk umpan yang ada.

Jadi, ada baiknya bagi yang punya hewan peliharaan bisa menggunakan buah yang alami sebagai pengusir tikus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga bagi yang punya baby, cara ini mungkin lebih aman dicoba dibanding menggunakan racun atau perangkap yang dapat menyakiti fisik tikus.

Dengar-dengar, daging dan kulit durian, buah bintaro, dan daun buah sirsak juga bisa dipakai untuk mengusir makhluk bandel yang satu ini. Rata-rata yang dipakai memang khas dengan baunya, ya mulai dari yang enak (seperti durian) sampai bikin enek alias mau muntah (seperti mengkudu) karena memang bebauan atau aroma kurang sedap yang ditimbulkan oleh buah-buah ini tidak disukai tikus karena dapat mengganggu pernapasan mereka.

Di rumah bu ibu, sudah berapa banyak barang yang menjadi korban keganasan makhluk yang dapat menyebarkan penyakit ke manusia dan makhluk lainnya ini? (liputan6 dot com).