Rabu, 05 April 2017

Agar saling mencintai


Saya dan keluarga bukan termasuk tipe yang gemar merayakan sesuatu, misal ulang tahun dan lain sebagainya. Dan saya juga jarang memberikan ucapan selamat ulang tahun sekali pun kepada orang terdekat atau teman melalui sosial media dsb, dan mungkin oleh karenanya saya jadi jarang mendapat ucapan yang serupa.

Itu tidak terlalu penting bagi saya. Hari ulang tahun dimana kita biasa bersuka ria menurut saya mestinya bisa disikapi dengan sebuah perenungan, muhasabah, pertanyaan kepada diri sendiri sudah sejauh mana kita berbuat baik kepada sesama (bermanfaat). Seberapa jauh kita berusaha menjadi hamba yang sangat memerlukan pertolongan Sang Pencipta.

Dan momen kedatangan DZN di Indonesia di bulan April ini seakan menjadi hadiah terbesar sepanjang hidup saya karena selama ini saya sungguh berharap beliau dapat hadir dan menyirami kalbu rakyat Indonesia (terkhusus warga Jkt) yang sepanjang tahun mungkin dipenuhi kegelisahan, keragu-raguan akan dipimpin oleh pemimpin yang gemar menebar isu tidak penting, yang perilaku dan kata-katanya sungguh tidak patut ditiru.

Sangat disayangkan kata-kata kotor keluar dari seorang pemimpin yang dielu-elukan sebagian pihak yang mengkotak-kotakkan diri. Yah, tapi saat ini saya tidak ingin membicarakan hal itu. Mari berbagi cerita bahagia saja (biarlah yang sedih cukup disimpan di dalam hati) karena kemarin, saya mendapatkan kejutan yang cukup mengejutkan dan tidak pernah saya sangka sama sekali.

Siapa yang menyangka akan mendapat hadiah satu hari setelah hari ulang tahun? siapa yang menyangka akan mendapat hadiah dari anak-anak yang baru beberapa lama mengunjungi perpustakaan tempat saya bekerja? tidak. Saya tidak bekerja di perpustakaan, mungkin saja kamu bertanya-tanya. Tapi saat ini saya memang sedang mendapat giliran menjadi PIC perpustakaan sementara yang lain mengurus bagian yang lain.

Dan, yah. Kenapa satu hari setelahnya karena memang hari H-nya saya sedang libur. Dan kemarin, saat memasuki gerbang, saya merasa terharu karena anak-anak itu langsung menyambut saya dengan wajah begitu berbahagianya. Seketika saya merasakan aura kebahagiaan sekali pun tak lama setelahnya anak-anak kembali bermain di arena permainan. Mereka memang sedang bermain di sana sebelum saya datang.

Dan momen ketika mereka dengan tersipu malu memberikan hadiah (satu dibungkus satu tidak) sungguh membuat saya ingin meneteskan air mata. Oh, saya sungguh tidak pernah mengharapkan mereka dapat berbuat sejauh ini. Kedatangan mereka setiap hari saja sudah cukup mewarnai hari saya menjadi pelangi. So colorful. Sekarang, mereka ingin memberikan yang lebih? oh, ini benar-benar di luar dari dugaan.

Saya tahu mungkin saya terdengar sedikit berlebihan, atau bahkan memang berlebihan (tidak pakai sedikit) tapi kamu tidak tahu kan apa yang telah saya lalui bersama anak-anak itu? kamu memang tidak harus tahu, tapi setidaknya bisa coba memahami bahwa kebersamaan yang intens dapat menumbuhkan rasa kasih yang tulus dan tanpa tedeng aling-aling.

Memang benar, ya kalau saling memberi hadiah, kita akan saling mencintai. Dan tidak harus menunggu ulang tahun.
"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. Bukhari)









Kamis, 09 Maret 2017

Kucing dalam karung

Saya semakin jarang menulis, sangat jarang atau bahkan tidak sama sekali - terlebih sejak kembali menjadi pekerja full time. Bisa dibilang ini menjadi sebuah alasan atau pembenaran bagi saya untuk tidak menulis karena saya kan bekerja dari pagi sampai siang atau, jika sedang masuk siang saya akan berada di luar rumah paling tidak hingga matahari benar-benar terbenam.

Saya tidak tahu mesti merasa lega atau sebaliknya; bersedih. Yang pasti saya merasa sangat tidak enak dan merasa bersalah karena saya menjadi terkesan mengabaikan sebuah kelas menulis yang dibimbing oleh guru paling sabar dan baik hati yang pernah saya kenal (sekalipun hanya melalui dunia maya). Sebetulnya ada banyak guru yang saya temui selama ini, hanya saja, selain mbak Nur, mbak Ida adalah guru yang begitu sabar dan mengerti karakter tulisan setiap murid yang dibimbingnya dalam kelas tidak berbayar.

Ya. Sekarang mungkin kamu bisa mengatakan penyebab mengapa saya menjadi terkesan meremehkan atau menggampangkan kelas ini karena toh kelas ini kan kelas gratis, jadi mungkin wajar saja kalau saya mengambil jalan itu. Tapi tidak. Kenyataannya, sekarang ini berapa banyak dari kita yang mengejar, rela mengantri atau mencari informasi apa-apa yang berlabel gratis - atau minimal berbau diskon.

Saya termasuk di dalam list pengejar itu, tidak tahu dengan kamu. Tapi, saya tidak segan untuk mengeluarkan uang jika saya merasa ada banyak manfaat yang bisa saya petik setelahnya. Saya yakin tidak ada yang mau membeli kucing dalam karung, kan?

Begitu saja, ya. Semoga kamu tidak menyesal setelah membaca tulisan ini.

Selasa, 31 Januari 2017

Gelar Paling Prestisius di Muka Bumi

(Foto : Yahoo.com)
Situasi di luar sedang panas, sayang. Sangat panas. Dan bergejolak. Ada berbagai macam berita yang dapat membuatmu penasaran dan pada akhirnya menuntunmu pada sebuah prasangka atau bahkan kesimpulan yang salah arah.

Saya ingin menepi dari semua itu. Keluar dari panggung keriuhan yang tak jarang menawarkan sejuta pesona yang menggoda. Kau tahu mengapa pesona selalu diikatkan dengan kata menggoda? adakah menggoda yang timbul tanpa sebuah pesona? Kau bisa menemukan jawabannya sendiri, kukira. Itu tidak sulit untuk dilakukan.

Hanya saja untuk menemukannya, kau harus merelakan sebagian hatimu pergi. Lepas dari dunia yang selama ini mengekang jiwa, dada anak manusia. Obsesi akan dunia terbukti tidak membawamu kemana-mana tapi kepada jurang kenestapaan yang tak berujung.

Kau tentu tahu cerita tentang orang-orang terdahulu, seperti Qarun atau Firáun yang adakah kekayaannya bisa disaingi bahkan oleh orang terkaya di dunia saat ini? Kurasa tidak akan pernah ada yang menggantikan kedudukan mereka berdua di dunia.

Jabatan dan nama mereka hanya sampai di sana. Dunia. Dan kini, mereka telah pergi meninggalkan dunia dengan meninggalkan kisah yang dicatat dalam kitab yang belakang kerap menjadi bahan olokan. Lupakanlah soal itu, sayang. Karena seperti buah, kita semua akan menuai apa yang telah kita tanam.

Sejauh apapun yang kaukejar di tempat bernama dunia, kita semua hanya akan membawa satu gelar begitu kembali pada Sang Maha.

Almarhum.

Sudah siapkah kita?

Senin, 30 Januari 2017

Jangan Sembarang Main Gadget di 13 Tempat Ini

 Saya tidak tahu seberapa penting menengok gadget dibanding menjaga keselamatan kita di jalan. Pemandangan orang-orang sibuk dengan gadget di jalan seakan sudah jadi sesuatu yang kita mahfumi dan oleh karenanya kita terkadang suka meremehkan akibat yang bisa timbul karenanya.

Saya sendiri kadang masih suka buka gadget kalau memang dirasa perlu di tempat-tempat terbuka, seperti misal ketika sedang jalan atau di dalam kendaraan umum. Inipun lihat-lihat situasi juga karena saya suka merasa horor sendiri kalau buka hp waktu lagi melewati jalan yang lumayan sepi atau bukan jalan yang terlalu umum sehingga jarang dilalui orang.

Ada baiknya kita tidak menjadikan ini sebagai sebuah kebiasaan karena dampak atau efek yang ditimbulkan tidak main-main. Kalau sekadar nabrak orang atau kejedot tiang mungkin masih bisa kita anggap biasa, tapi kalau lebih dari itu, bagaimana? Naudzubillahimindzalik. Semoga tidak menimpa kita ya, aamiin insyaAlloh.

Berikut, bisa dipertimbangkan untuk disimpan dulu gadgetnya atau ditunda penggunaannya (kecuali urgent) jika sedang berada di situasi/tempat-tempat di bawah ini:
  1. Di atas kendaraan baik pribadi maupun umum  
  2. Di tempat terbuka baik ramai apalagi sepi
  3. Di kamar mandi
  4. Sebelum dan sesudah bangun tidur
  5. Saat memasak
  6. Saat bersama keluarga/kolega/sahabat dll
  7. Saat meeting 
  8. Saat di pom bensin
  9. Saat makan
  10. Saat menulis (godaan maha berat yes)
  11. Di tempat kerja
  12. Di kajian ilmu
  13. Di eskalator
Mungkin ada yang ingin ditambahkan, mangga atuh bu ibu. Sekalian sharing siapa tahu ada yang ingin dibagi menyangkut persoalan ini yang mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua :)


Tikus Tidak Mau Dekat-dekat dengan Ini

(foto : by google)
Belakangan, ibu saya tiap pulang pasti bawa oleh-oleh buat tamu tak diundang di rumah; tikus. Saya tidak tahu kalau ada orang yang suka dan menjadikan tikus sebagai hewan peliharaan, yang pasti di rumah tikus yang biasanya suka bergerombol kalau menyerang suatu rumah seperti menabuh genderang perang dengan ibu dan nenek saya. Haha.

Serius. Jadi, sekarang ini tiap ibu pulang dari belanja atau dari mana saja pulang itu pasti bawa oleh-oleh buat tikus, racun tikus. Ada saja yang dibawanya. Terakhir, dua hari yang lalu beliau bawa racun tikus yang direkomendasikan temannya dan sudah beberapa hari ini kami pakai. Dan alhamdulillah berbuah manis alias manjur racunnya. Memang kenanya cuma dua hari sih, dan hari ketiga sampai sekarang alhamdulillah mereka semakin jarang kelihatan wara wiri, tidak seperti yang biasa.

Selain racun hasil rekomendasi, kami juga mengombinasikan dengan buah mengkudu (atau biasa disebut pace) dan kopi (khusus saya taruh di kamar) yang hasilnya juga lumayan. Tahu sendiri kan buah mengkudu punya aroma yang tidak sedap dihirup, dan mungkin saking menyengatnya aroma yang ditimbulkan buah yang berasal dari Asia Tenggara ini tikus jadi ogah dekat-dekat dan hasilnya mereka jadi malas mondar mandir di rumah kami.

Untuk kopi sendiri, bau yang keluar dari biji atau buah kopi ini tidak disukai tikus karena mengganggu pernapasan mereka. Tapi karena saya tidak punya biji atau buah kopi dan cukup sulit mendapatkannya (disamping mahal juga) jadi saya meletakkan bubuk kopi di dalam kamar yang saya simpan di dalam toples bekas selai. Kopi yang saya gunakan kopi hitam, ya. Bukan kopi susu atau yang lainnya. Kalau itu saya juga mau :D

Awalnya saya taruh begitu saja di kamar, tapi karena aromanya kurang keluar jadi saya sebar sedikit di tempat-tempat yang saya duga mereka jadikan basecamp. Kalau mereka sudah kumpul entah itu satu keluarga, rt atau rw ini ganggu banget. Alhamdulillah setelah saya sebar suara mereka berkurang dan perlahan menghilang di telan waktu.

Karena di rumah ada kucing peliharaan dan kucing saya bukan spesialis pemburu tikus, penggunaaan racun yang dicampur di makanan sebagai umpan baru diletakkan setelah kucing diamankan terlebih dahulu. Walau kucing di rumah kelihatannya tidak berminat dengan makanan yang sudah diberi racun itu takutnya kan suatu saat nanti dia khilaf atau tergoda dengan bentuk umpan yang ada.

Jadi, ada baiknya bagi yang punya hewan peliharaan bisa menggunakan buah yang alami sebagai pengusir tikus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga bagi yang punya baby, cara ini mungkin lebih aman dicoba dibanding menggunakan racun atau perangkap yang dapat menyakiti fisik tikus.

Dengar-dengar, daging dan kulit durian, buah bintaro, dan daun buah sirsak juga bisa dipakai untuk mengusir makhluk bandel yang satu ini. Rata-rata yang dipakai memang khas dengan baunya, ya mulai dari yang enak (seperti durian) sampai bikin enek alias mau muntah (seperti mengkudu) karena memang bebauan atau aroma kurang sedap yang ditimbulkan oleh buah-buah ini tidak disukai tikus karena dapat mengganggu pernapasan mereka.

Di rumah bu ibu, sudah berapa banyak barang yang menjadi korban keganasan makhluk yang dapat menyebarkan penyakit ke manusia dan makhluk lainnya ini? (liputan6 dot com).

   


Rabu, 25 Januari 2017

Yuk Kenali Minyak Goreng yang Baik

Pernah dengar kalimat 'yang enak-enak belum tentu baik dan bagus untuk kesehatan'? pasti pernah ya bu ibu, ada yang rutin dengar malah kali, ya. Kalau saya sih setuju. Yang enak itu biasanya memang tidak selamanya baik untuk kesehatan. Malah cenderung buruk. Tapi kenapa justru yang buruk-buruk itu ya yang sering memanggil, melambai-lambaikan tangannya pada kita seakan minta banget untuk disantap?

Dilema, indeed. Saya sendiri sedang mencanangkan mengurangi makanan yang digoreng dan kalau bisa diusahakan untuk mengkombinasikan dengan mengkonsumsi makanan yang direbus gitu. Pokoknya sebisa mungkin dikurangi makanan yang mengandung umpan, eh minyak deh. Itu sih baru rencana ya, bu ibu. Prakteknya wallahua'lam. Hehe. InsyaAlloh bisa kok selama ada keinginan dan kemauan yang kuat, yes? actually nggak gitu masalah juga selama kita bisa mengontrol dan nggak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang berminyak.

Penting banget buat kita nih bu ibu untuk menjaga pola makan seimbang dengan menjaga asupan hanya pada yang bergizi, ingat, bukan yang enak saja ya fokusnya. Hihi. Karena gizi yang baik merupakan koentji untuk menciptakan generasi yang cerdas. Ini salah satu faktor saja sih, menurut saya dari sekian faktor yang ada.

Dan bu ibu tahu tidak apa saja dampak yang bisa timbul dari kekurangan gizi? terlebih pada awal kehidupan ini bisa memberikan pengaruh pada kualitas SDM lho. Hal ini diungkap Dr.Entos Zainal, DCN, SP, MPHM yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Ahli Gizi (Persagi) di Simposium Hari Gizi yang diselenggarakan Sunco (http://www.minyakgorengsunco.com), bahwa kekurangan gizi bisa menjadi penyebab seorang anak gagal tumbuh, berat lahir rendah, kecil, pendek dan kurus.


Juga bisa menjadi penyebab terjadinya hambatan pada perkembangan kognitif anak yaitu nilai sekolah dan keberhasilan pendidikan, menurunkan produktivitas pada usia dewasa dan menyebabkan gangguan metabolik pada usia dewasa.

Sementara gizi ini memberikan pengaruh (makro) pada perkembangan otak, yaitu:
  1. Pengaruh terhadap struktur anatomi otak yang mempengaruhi sel-sel syaraf dan sel-sel pendukung (sel glia).
  2. Pengaruh terhadap kimia otak
  3. Pengaruh terhadap fisiologi otak
Yang perlu diperhatikan juga adalah kapan saja sih masa emas bagi kita untuk memberikan makanan dengan gizi yang baik dan seimbang pada buah hati kita. Karena nantinya hal ini akan berdampak pada pertumbuhan dan juga perkembangan anak kita.

Mengenai makanan yang mengandung minyak sendiri sebetulnya diperlukan untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A,D,E, dan K serta tentu saja membuat makanan menjadi lebih lezat. Yang berbahaya itu kalau kita menggunakan minyak yang sama berulang-ulang sekalipun warnanya sudah berubah diakibatkan oleh sisa makanan. Ini jangan dilakukan ya bu ibu. Usahakan untuk langsung mengganti dengan yang baru jika kondisi minyak sudah berubah warna.

Sebisa mungkin hindari penggunaan suhu yang terlalu panas ketika memasak karena dapat membentuk radikal bebas yang merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng. Kita harus jeli nih bu ibu untuk hanya memakai minyak goreng dengan kualitas yang baik, karena kita harus menjaga betul kandungan lemak yang masuk ke dalam tubuh.


Kelebihan lemak sendiri menjadi penyebab obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan jantung koroner. Kenapa harus memilih minyak goreng yang baik karena minyak goreng itu merupakan salah satu sumber lemak. Yang paling mudah dilakukan waktu kita memilih minyak goreng dengan kualitas yang baik adalah berwarna bening, memiliki tingkat kekentalan yang menyerupai air (lebih encer), tidak mudah beku, dikit nempel di makanan (seperti Sunco minyak goreng baik), atau kita bisa melakukan tes organoleptic yaitu dengan cara mengecap sejumlah minyak goreng (kira-kira 1 sendok).

Jika tanpa ada rasa atau rasanya seperti air, itu menunjukkan salah satu pertanda minyak goreng tersebut minyak goreng yang baik. Jadi, jangan cuma karena murah kita mengabaikan kesehatan seluruh keluarga ya. 

Bagi yang penasaran seperti apa sih minyak goreng baik yang dikit nempel di makanan, silakan kunjungi www.resepsehat.com atau langsung saja ke website Sunco yang sudah saya tulis di atas.


Selasa, 24 Januari 2017

Kuat Tangguh Percaya Diri Bersama WSDK

Sudah lama juga rasanya nggak ngisi blog. Yah, akhir-akhir ini memang semangat ngeblog lagi terjun bebas sebebas-bebasnya dan oleh karenanya jadi lupa jalan pulang. Mungkin beberapa dari kamu juga pernah mengalaminya. Ini wajar saya rasa. Entah bagaimana, jika kita memang menyenangi atau mencintai menulis, kita akan kembali, bagaimana pun caranya. Tentu saja jika Alloh mengizinkan, ya.

Yang nggak kalah penting jangan sampai Alloh nggak ridho atas apa yang kita tulis, atau apapun itu yang kita lakukan. Kalau Alloh mengizinkan tapi nggak ridho bisa berabe. Mungkin buat kita kelihatan sukses, tapi di sana nanti kita nggak tahu apa yang akan kita dapatkan dari kelalaian kita menjaga ridho Alloh yang mungkin lebih sering kita abaikan atau anggap sepele. Kalau nggak, alhamdulillah.

Ini juga sekaligus pengingat diri sendiri. Tulisan ini harusnya diperuntukkan untuk akun di kompasiana. Tapi saya lupa paswordnya, jadi di sharing di sini saja ya, mbak Wawa. Semoga berkenan. Jadi, beberapa waktu yang lalu saya ikut acara ladiesiana yang bekerjasama dengan WSDK. WSDK ini basenya di Bandung, dan kemarin kita berkesempatan diajarkan mas Eko beberapa tehnik self defence yang insyaAlloh mudah dipraktekkin buat amatiran macam kita. Haha.

Kenapa mudah karena kita bisa pakai apapun itu yang ada di tubuh kita buat jadi alat proteksi. Tentu sebaik-baik pelindung itu Alloh. Kita tetap wajib ikhtiar alias mempersiapkan diri dan siaga dalam segala situasi. Penting nih buat kita terutama bu ibu untuk tetap siaga kalau lagi di jalan. Kalau bisa hindari pakai perhiasan yang berlebih atau pakai gadget terlebih waktu kita melewati jalan-jalan sepi dan termasuk dalam remote area. Jangan mancing-mancinglah istilahnya gitu kalau nggak mau disamperin orang jahat.

Kadang orang yang nggak pengin berbuat jahat (maling/nyopet misalnya) jadi suka ketiban ilham buat melakukan kejahatan cuma karena ada kesempatan. Lain halnya kalau yang profesinya memang maling/copet, ya. Duh, ya ampun. Moga Alloh berikan hidayah buat mereka. Aamiin.

Diungkapkan oleh mas Eko ada 4P yang bisa dengan mudah kita terapkan dalam self defence ini, yaitu:
  1. Pray
  2. Prediksi
  3. Preventif
  4. Proteksi
Untuk prediksi adalah kemampuan kita untuk membaca situasi. Gunakan tekhnik helicopter eye untuk memonitor keadaan sekitar. Sementara preventif kita bisa mengeluarkan benda apapun yang ada di tas/tubuh kita. Misal kartu atm, lipstik, tongsis, atau kalau saya kemarin contoh yang dipraktekkin pakai kunci motor yang saya kalungkan di leher.


Nah, untuk proteksi ini kemauan kita untuk berlatih bu ibu bapak-bapak yang baik. Untuk lebih jelasnya bisa langsung dilihat di foto-foto latihan kita dan semoga bisa dipraktekkin di rumah sama keluarga tercinta. Tapi jangan pakai seluruh tenaga ya, kalau nggak bisa melukai orang terkasih nanti :)

Tipsnya kita harus percaya bahwa lembut itu bukan berarti lemah. Di dalam kelembutan sekalipun terdapat kekuatan. Ketahui kunci dasar dari proteksi kita tahu titik-titik penting/krusial yang bisa melumpuhkan tanpa harus melukai. Sifatnya lebih kepada memberikan efek kejut pada orang yang berniat melakukan niat jahat pada kita. Semoga kita senantiasa dilindungi Alloh SWT dan dihindarkan dari hal-hal semacam ini, ya. Aamiin.




peserta serius memperhatikan salah satu tekhnik self defence mas Eko dari WSDK (jaket hitam)