Orang Introvert Susah Buat Sukses?

Tampil di depan umum, buat seorang introvert (macam saya) bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan.

Menjadi introvert atau esktrovert (sebut saja begitu) pada dasarnya fitrah atau dari sananya sudah seperti itu.

Saya pernah mendengar kajian dokter Aisyah Dahlan, kalau yang seperti ini biasanya masuk kategori orang plegmatis. Ketemu pasangan plegmatis campur melankolis?

Selamat! Kamu pasti akan dilayani dan dicintai dengan sepenuh hati. Tolong ini saya dikoreksi, ya kalau ada salah.

Kalau ditanya, terus apa orang ekstrovert bisa sukses?

Tergantung apa makna dan arti kesuksesan buat kamu, sih.

Raditya Dika itu ekstrovert, dia sukses setidaknya menurut saya. Dan orang-orang yang dirangkul Radit, jadi ketularan sukses berkat keekstrovertannya itu, yang ia ubah menjadi kekuatan.

Ini nggak gampang. Siapapun tahu itu. Apapun itu, mau seperti apapun kita Alloh ciptakan, kita perlu tahu satu hal, bahwa setiap manusia itu Alloh ciptakan dengan sempurna.

Tidak ada yang sia-sia. Kamu berharga, sekecil, setidak berprestasi, kaya, cantik atau sekurus apapun kamu, kamu adalah sebaik-baik makhluk yang Alloh ciptakan di muka bumi.

Ini Alloh yang bilang, pemilik langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Bukan ilmuwan, apalagi cenayang.

Mizter popo, yang alhamdulillah dikenal dengan DYSWIS nya juga seorang ekstrovert. Beliau tidak suka tampil di depan kamera.

Namun, beliau berusaha mengatasi rasa mungkin ketidaksukaan, gugup dsb apabila diperlukan tampil di muka umum (dalam hal ini kamera).

Tidak semua orang bisa seperti Radit dan Mizter. Setidaknya saya belum mencobanya. Bagi saya, saya lebih baik diminta mengurusi konsumsi daripada jadi MC.

Atau kalau misal, diminta tampil di depan publik, mintalah saya untuk membacakan sesuatu. Tugas-tugas seperti membaca arti Qur'anul Kariim atau tilawah, dan semisal bisa sanggupi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Yah, gimana ya. Saya memang ndak suka tampil di muka umum. Bawaannya lutut gemetar, bibir bergoyang bila harus bicara di depan banyak orang.

Saya, setidaknya belum menemukan alasan untuk melakukannya. Saya masih nyaman berkarya melalui tulisan.

Dan sejauh ini, meski belum menunjukkan hasil yang signifikan, blog ini alhamdulillah masih dikunjungi segelintir pengunjung.

Terima kasih, ya saya haturkan bagi teman-teman yang sudah meluangkan waktu membaca tulisan di blog ini.

Saya cuma mau bilang, makhluk pemalu sekalipun dibekali Alloh dengan yang namanya potensi. Tidak semua orang memang bisa melihat potensi ini. Dan bukan sebuah keharusan juga.

Yang pasti, kita harus mulai menyadari dan berbuat sesuatu untuk memaksimalkan potensi ini di jalan yang Alloh suka dan rihoi. Karena kalau ridho Alloh sudah kita dapatkan, hati manusia hanyalah masalah yang sepele untuk Alloh balikkan.

Bukankah hati manusia hanya Alloh semata yang dapat membolak balikkanya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta Slipi

Periksa ke Dokter Obgyn di RS Hermina Jatinegara

Erasmus Huis dan rasa yang tertinggal